IMG 20260501 WA0010

HSU Gelar Sirkuit Panjat Tebing 2026, Uji Kesiapan Menuju Porprov 2029

AMUNTAI, Refrensi.id — Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mulai memanaskan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan XIII 2029 dengan menggelar Sirkuit 1 Panjat Tebing 2026 sebagai ajang uji kesiapan.

Kejuaraan bertajuk Hulu Sungai Utara Bangkit Sport Climbing Competition 2026 ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-74 Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan berlangsung di Venue Panjat Dinding GOR Karias, Amuntai, sejak Kamis (30/4/2026) hingga Sabtu (2/5/2026).

Ketua Pelaksana, M Nasa’i, menegaskan bahwa event ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan bagian dari langkah strategis untuk mengukur kesiapan daerah sebagai calon tuan rumah Porprov.

“Ini bagian dari pemanasan menuju Porprov 2029. Kami ingin melihat langsung kesiapan, mulai dari atlet, panitia, hingga fasilitas,” ujarnya.

Melalui kejuaraan ini, panitia menargetkan evaluasi menyeluruh, mulai dari teknis pertandingan hingga manajemen penyelenggaraan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan standar operasional (SOP) agar pelaksanaan Porprov mendatang berjalan lebih matang dan minim kendala.

Momentum Hari Jadi ke-74 HSU juga dimanfaatkan untuk membangkitkan semangat olahraga di tengah masyarakat. Panjat tebing dipilih sebagai salah satu cabang unggulan yang dinilai mengalami perkembangan cukup signifikan di daerah tersebut.

“Kami ingin di usia ke-74 ini, HSU tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga melahirkan prestasi olahraga,” tambahnya.

Dari sisi teknis pertandingan, Presiden Juri Ganang Prasetyo menjelaskan bahwa kejuaraan ini mempertandingkan dua disiplin utama, yakni boulder dan speed, dengan total 10 kategori.

Untuk nomor boulder, kategori yang dilombakan meliputi U-15 dan umum putra-putri. Sedangkan pada nomor speed, kategori yang dipertandingkan adalah U-13, U-15, dan umum putra-putri.

Sebanyak 82 atlet ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka berasal dari 13 kabupaten/kota serta enam klub panjat tebing se-Kalimantan Selatan, menjadikan ajang ini cukup kompetitif sekaligus sebagai tolok ukur awal kesiapan daerah.

“Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi bagaimana kesiapan daerah diuji. Harapannya semua berjalan lancar sampai penutupan,” pungkasnya.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours