Videoshot 20260211 162552

DPRD Banjarmasin Minta Pemadaman Listrik Bergilir Dilakukan Adil dan Merata

BANJARMASIN, Refrensi.id — Keluhan masyarakat di media sosial terkait pemadaman listrik bergilir yang dinilai tidak merata di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin mendapat perhatian DPRD Kota Banjarmasin.

Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Aliansyah, meminta PT PLN menerapkan pemadaman listrik secara adil apabila kondisi sistem memang mengharuskan adanya pemadaman bergilir. Menurutnya, seluruh masyarakat memiliki hak yang sama atas pelayanan listrik.

Sorotan tersebut muncul setelah pihaknya menerima berbagai laporan dari masyarakat, termasuk informasi yang menyebut ada kawasan tertentu, termasuk lingkungan yang dihuni pejabat, tidak terdampak pemadaman seperti wilayah lainnya.

Aliansyah menegaskan, apabila pemadaman bergilir tidak dapat dihindari, maka pelaksanaannya harus dilakukan secara merata tanpa ada perlakuan khusus terhadap wilayah tertentu.

“Harapan kita sebenarnya lampunya tidak mati lagi, supaya nyala semua. Karena kebutuhan dasar masyarakat sangat bergantung pada listrik, termasuk untuk usaha-usaha kecil dan berbagai aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila pemadaman bergilir tetap harus dilakukan, maka seluruh wilayah harus diperlakukan sama.

“Kalau memang pemadaman bergilir, harusnya sama rata, tidak boleh ada yang diistimewakan. Masyarakat sama-sama membayar listrik. Kalau terlambat membayar juga dikenakan denda bahkan bisa diputus, sehingga pelayanan juga harus diberikan secara adil,” tegasnya.

Di sisi lain, Aliansyah mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar hingga pasokan listrik kembali normal. Berdasarkan target yang disampaikan pihak PLN, pemulihan sistem diharapkan dapat tuntas pada 25 Agustus mendatang.

Selain itu, DPRD Kota Banjarmasin juga telah menjadwalkan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak PLN untuk meminta penjelasan terkait penyebab pemadaman serta langkah-langkah percepatan pemulihan layanan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat menggunakan penerangan alternatif, seperti lilin atau lampu berbahan bakar minyak, guna menghindari risiko kebakaran selama terjadi pemadaman listrik.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours