BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman bersama sang istri, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, mengunjungi kediaman mendiang tokoh sepak bola Banua, Pius Boli Koban, yang wafat pada Sabtu (10/1/2026).
Hasnuryadi tiba di rumah duka yang berlokasi di Jalan Sultan Adam, Kompleks H. Iyus, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (12/1/2026) sore. Kedatangannya bertujuan untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum.
Selain sebagai Wakil Gubernur, Hasnuryadi juga menjabat Ketua PSSI Kalimantan Selatan. Kehadirannya menjadi bentuk penghormatan terakhir atas berpulangnya sosok sentral yang memiliki peran penting dalam perkembangan sepak bola di Bumi Lambung Mangkurat.
Almarhum Pius Boli Koban dikenal luas bukan hanya sebagai pelaku sepak bola, tetapi juga legenda wasit yang menjunjung tinggi disiplin, ketegasan, dan integritas dalam menegakkan aturan di lapangan hijau.
Didampingi jajaran pengurus PSSI Kalsel, Hasnuryadi tak hanya menyampaikan duka cita mendalam, tetapi juga menyerahkan santunan uang sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Saya mewakili Abah dan Mama, almarhum H. Abdussamad Sulaiman HB dan Hj. Siti Nurhayati, atas nama keluarga besar Hasnur Group, Barito Putera, serta PSSI Kalimantan Selatan, menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Kami mendoakan almarhum diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Hasnuryadi.
Di hadapan istri almarhum, Hasnuryadi yang akrab disapa Bang Hasnur mengenang Pius Boli Koban sebagai pribadi yang tulus mengabdikan hidupnya untuk sepak bola Kalimantan Selatan. Sosok yang dikenal tepat janji, memiliki disiplin tinggi, memahami aturan secara mendalam, serta tegas dan adil saat menjalankan tugas di lapangan.
“Apa yang beliau ajarkan selama hidup akan menjadi nilai berharga bagi kami semua untuk diteladani dan diamalkan dalam pengabdian kepada masyarakat,” ucap Hasnur.
Secara pribadi, Hasnuryadi juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan ke depan.

Sementara itu, istri almarhum, Naumi Murtini, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kunjungan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan beserta jajaran PSSI Kalsel.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Hasnur. Selama ini saya dan keluarga banyak mendapat perhatian dan bantuan dari PSSI Kalsel dan Bapak Hasnur,” katanya dengan nada lirih.
Naumi juga mengenang kecintaan almarhum terhadap dunia sepak bola yang tak pernah pudar hingga akhir hayat.
“Almarhum memang sangat mencintai sepak bola, senang memimpin pertandingan, dan sampai akhir hayatnya tetap mencintai Barito Putera dan dunia sepak bola,” ungkapnya haru.
Pius Boli Koban wafat pada usia 82 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas sepak bola Kalimantan Selatan. Banyak pihak mengenang semangat dan kontribusi dari sosok pensiunan militer tersebut.
Dedikasi, keteladanan, serta kecintaannya terhadap olahraga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus menjaga sportivitas, disiplin, dan integritas dalam dunia sepak bola Banua.





+ There are no comments
Add yours