IMG 20260714 094805 scaled

Warga Belitung Utara Keluhkan Air PDAM dan Minta Polisi Tidur, Ridho Akbar Siap Kawal Aspirasi

BANJARMASIN, Refrensi.id – Anggota DPRD Kota Banjarmasin, M Ridho Akbar, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses atau penelaahan aspirasi di Gang Kalimantan I, RT 1 dan RT 2, Kelurahan Belitung Utara.

Dalam dialog bersama warga, dua persoalan utama mencuat, yakni distribusi air PDAM yang tidak lancar pada pagi hingga siang hari serta permintaan pemasangan speed bump atau polisi tidur untuk mengurangi laju kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.

Ridho Akbar mengatakan, persoalan air bersih sudah lama dikeluhkan warga. Menurutnya, aliran air hanya mengalir deras pada malam hari, sedangkan pada pagi dan siang hari debitnya sangat kecil sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

“Jadi kita sudah melakukan reses di kawasan Belitung Utara, Gang Kalimantan I RT 1 dan RT 2. Tadi ada dua keluhan yang disampaikan warga,” ujar Ridho.

Ia menjelaskan, keluhan pertama berkaitan dengan distribusi air PDAM yang tidak stabil.

“Air PDAM di kawasan itu jalannya kecil saat pagi dan siang, sementara malam hari baru deras,” katanya.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Ridho mengaku telah berkoordinasi dengan pihak PT Air Minum (PTAM) Bandarmasih agar persoalan tersebut segera mendapat perhatian.

“Jadi kita sudah koordinasikan dengan PTAM agar hal ini ditindaklanjuti. Kita berharap tahun ini bisa langsung dibenahi sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan air bersih,” tegasnya.

Ketua RT 1, Fauzi Rahman, mengatakan masalah distribusi air sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, menurutnya, warga telah melaporkan persoalan tersebut sejak tahun 2022, namun hingga kini belum ada penyelesaian yang maksimal.

“Iya, kalau siang itu kecil, tapi kalau malam lancar,” ujar Fauzi.

Ia berharap adanya tindak lanjut nyata dari PTAM setelah aspirasi tersebut disampaikan melalui kegiatan reses DPRD.

“Sudah sering terjadi sejak lama. Padahal kita sudah melaporkan ini ke PTAM sejak tahun 2022,” ungkapnya.

Selain persoalan air bersih, warga juga meminta pemerintah memasang speed bump atau polisi tidur di ruas jalan tersebut. Permintaan itu muncul karena banyak pengendara melaju dengan kecepatan tinggi sehingga membahayakan keselamatan warga.

Salah seorang warga, Hamzah, mengatakan kondisi jalan yang menjadi jalur tembus membuat kendaraan sering melintas dengan kecepatan tinggi.

“Kita meminta adanya speed bump atau polisi tidur,” katanya.

Menurut Hamzah, keberadaan polisi tidur sangat dibutuhkan agar pengendara lebih berhati-hati saat melintasi permukiman.

“Kami terganggu dan resah karena warga yang lewat banyak yang ngebut. Di sini kan jalan tembus, jadi cukup membahayakan, apalagi bagi anak-anak dan warga yang beraktivitas di sekitar jalan,” tuturnya.

Ridho Akbar memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dikawal dan diteruskan kepada instansi terkait agar dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan dan keselamatan masyarakat di lingkungan permukiman.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours