BANJARMASIN, Refrensi.id — Memperingati Hari Jantung Sedunia atau World Heart Day yang mengusung tema global Don’t Miss a Beat, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Kalimantan Selatan bersama Amanah Medical Centre menggelar seminar kesehatan bertajuk “Mencegah Henti Jantung Mendadak di Saat Olahraga”, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA tersebut digelar di Aula RS Amanah Medical Centre (AMC) Lantai 12, Jalan Haryono MT Nomor 21, Banjarmasin.
Seminar ini menghadirkan Ketua YJI Cabang Provinsi Kalimantan Selatan, drg. Ellyana Hasnuryadi, serta narasumber ahli kesehatan jantung, Dr. dr. Dwi Laksono Adiputro, Sp.JP (K). Turut hadir Direktur RS Amanah Medical Centre, Hj. Hestri Diah Rokhmani, S.Farm., Apt., MPH.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung, khususnya saat melakukan aktivitas fisik dan berolahraga.
Meski olahraga merupakan salah satu cara menjaga kebugaran tubuh, masyarakat tetap perlu memahami kondisi fisik masing-masing serta mengetahui langkah pencegahan dan penanganan awal apabila terjadi kondisi darurat jantung.
Ketua YJI Cabang Provinsi Kalimantan Selatan, drg. Ellyana Hasnuryadi, mengatakan seminar tersebut merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan henti jantung saat berolahraga.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari YJI (Yayasan Jantung Indonesia) Cabang Provinsi Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan Rumah Sakit Amanah Medical Centre mengadakan edukasi seminar tentang mencegah henti jantung saat berolahraga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, edukasi tersebut penting dilakukan karena terdapat kasus atlet yang mengalami kejadian fatal ketika sedang berolahraga.
“Di mana kita sudah menemui beberapa kasus saat berolahraga, tiba-tiba atlet tersebut meninggal,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jantung Sedunia yang dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan jantung.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan materi dari Dr. Dwi Laksono Adiputro mengenai langkah-langkah pencegahan henti jantung serta penanganan pertolongan pertama ketika kondisi darurat terjadi.
“Di sini ada yang menyampaikan, yaitu Dr. Adi Putro, tentang edukasi pencegahan-pencegahannya dan bagaimana cara penanganan pertolongan pertama,” jelas Ellyana.
Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar ini turut melibatkan perwakilan YJI dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
“Antusias dari peserta juga diikuti dari 13 kabupaten/kota, YJI dari 13 kabupaten/kota,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RS Amanah Medical Centre, Hj. Hestri Diah Rokhmani, menyambut baik kolaborasi bersama YJI Kalsel dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, rumah sakit tidak dapat berjalan sendiri dalam menjalankan peran pelayanan kesehatan. Diperlukan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat dan pemerintah, agar edukasi kesehatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini. Rumah sakit kan tidak bisa berdiri sendiri, nggih? Tentu saja ada kolaborasi baik dengan organisasi masyarakat maupun dengan pemerintah,” tuturnya.
Ia menyebut seminar kesehatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi Amanah Medical Centre dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Salah satunya kegiatan pada hari ini, edukasi untuk masyarakat dari seminar kesehatan ini. Kegiatan ini adalah wujud kolaborasi kami, Rumah Sakit Amanah Medical Centre, bersama dengan organisasi pemerintahan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, YJI Kalsel dan Amanah Medical Centre berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung semakin meningkat. Selain menerapkan pola hidup sehat, masyarakat juga diharapkan memahami risiko henti jantung saat berolahraga serta pentingnya penanganan awal dalam situasi darurat.
Peringatan Hari Jantung Sedunia ini menjadi momentum untuk memperkuat edukasi dan kepedulian terhadap kesehatan jantung, sehingga masyarakat dapat berolahraga dengan lebih aman dan memahami langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan.















+ There are no comments
Add yours