Banjarmasin, Refrensi.id — Menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan kurban mulai marak di berbagai titik di Kota Banjarmasin. Hewan ternak yang dipasarkan tersebut berasal dari berbagai daerah dan masuk ke kota melalui beragam jalur distribusi.
Kondisi ini mendorong Komisi II DPRD Kota Banjarmasin meminta Pemerintah Kota Banjarmasin untuk memperketat pengawasan terhadap kesehatan dan kelayakan hewan kurban yang dijual di lapangan.
Pengawasan dinilai penting untuk memastikan seluruh hewan yang akan dijadikan kurban dalam kondisi sehat, bebas penyakit, serta memenuhi syarat sesuai ketentuan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Hendra, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar pemeriksaan kesehatan hewan dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Jadi jelang Hari Raya Kurban kami dari Komisi II menghimbau kepada pemerintah kota, penjual dan semuanya jadi harus memperketat pengecekan terkait kesehatan dan bebas penyakit,” ucap Hendra.
“Dan kami sudah melakukan koordinasi kepada dinas terkait untuk melakukan pengecekan semuanya dan kita juga berencana mengatur jadwal untuk melakukan pemantauan langsung,” lanjutnya.
Selain melalui jalur laut dan sungai, hewan kurban yang diperdagangkan di Banjarmasin juga berpotensi didatangkan melalui jalur darat dari sejumlah daerah tetangga. Karena itu, pengawasan di lokasi penjualan dinilai perlu dilakukan secara maksimal guna mengantisipasi adanya hewan yang lolos dari pemeriksaan kesehatan.
Komisi II berharap langkah pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat dan layak untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha.









+ There are no comments
Add yours