PELAIHARI, Refrensi.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut dalam mengatasi wilayah tanpa sinyal (blank spot) terus mendapat dukungan dari legislatif. Salah satunya datang dari Ketua Komisi I DPRD Tala, Yoga Pinis Suhendra, yang menilai program pemasangan GSM Booster sangat dibutuhkan masyarakat.
Sejak akhir 2025, Pemkab Tala melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostasan) telah memasang perangkat GSM Booster di lima titik, yakni Desa Riam Adungan, Salaman, Tebing Siring, Sambangan, dan Tanjung.
Memasuki tahun 2026, program tersebut kembali dilanjutkan dengan rencana pemasangan di sembilan titik blank spot lainnya. Namun, lokasi pemasangan masih dalam tahap penentuan oleh pihak terkait.
Yoga menegaskan, pihaknya mendukung penuh program tersebut karena dinilai menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di era digital saat ini.
“Pada prinsipnya DPRD mendukung program ini sebagai bagian dari program unggulan kepala daerah. Masih banyak desa di Tanah Laut yang belum terjangkau jaringan GSM, dan kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa solusi yang signifikan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, akses jaringan seluler dan internet saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan telah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Infrastruktur digital tersebut berperan penting dalam menunjang berbagai aspek kehidupan, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga keterbukaan informasi publik.
Menurutnya, langkah Pemkab Tala yang telah memulai uji coba pemasangan di sejumlah titik pada 2025 merupakan awal yang positif. Ia pun berharap, target penghapusan wilayah blank spot atau zero blank spot dapat tercapai sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
“Harapannya, target zero blank spot bisa direalisasikan sesuai RPJMD, sehingga seluruh masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, dapat merasakan akses komunikasi yang merata,” tutupnya.







+ There are no comments
Add yours