IMG 20260621 WA0010

DPRD Tala Dukung Penajaman Sasaran MBG, Siswa dari Keluarga Mampu Diusulkan Tidak Lagi Menerima

PELAIHARI, Refrensi.id – Rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan penyesuaian penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk menghapus siswa SMA dari keluarga mampu dari daftar penerima, mendapat dukungan dari kalangan legislatif di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Anggota DPRD Tanah Laut, Joko Pitoyo, menilai kebijakan tersebut merupakan langkah tepat agar program bantuan pemerintah dapat lebih terarah dan menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan.

“Menurut saya itu sangat bagus. Memang harus seperti itu. Jangan dipukul rata semua menerima MBG,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).

Politisi Partai NasDem Tanah Laut itu mengatakan, sejak awal program MBG lebih relevan diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, dengan kebutuhan anggaran yang besar, pemerintah perlu memprioritaskan kelompok yang paling membutuhkan agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal.

Ia menjelaskan, tujuan utama MBG bukan sekadar menyediakan makanan gratis, melainkan membantu pemenuhan gizi anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan dalam menyediakan makanan bergizi secara mandiri.

“Kalau keluarga mampu, tentu kebutuhan makan dan gizinya relatif sudah terpenuhi. Sementara keluarga kurang mampu sering kali belum bisa menyediakan makanan dengan gizi seimbang setiap hari. Di situlah MBG harus hadir,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Tanah Laut tersebut juga menilai langkah BGN sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran.

“Ini juga bagian dari upaya pemerintah mengelola anggaran secara efektif. Hak masyarakat kurang mampu harus menjadi prioritas sehingga bantuan yang diberikan benar-benar berdampak,” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional tengah menyiapkan sejumlah penyesuaian dalam pelaksanaan Program MBG. Selain penghentian sementara penyaluran saat masa libur sekolah, BGN juga memprioritaskan penerima bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta pendidikan anak usia dini (PAUD).

BGN juga berencana mengurangi sekitar delapan juta penerima dari kalangan siswa SMA yang berasal dari keluarga mampu. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penajaman sasaran agar Program Makan Bergizi Gratis lebih tepat guna dan berkelanjutan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours