Banjarmasin, Refrensi.id – Pembangunan Jembatan Zafri Zam-Zam di Kota Banjarmasin menunjukkan progres positif. Hingga dilakukan peninjauan oleh Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, pengerjaan proyek tersebut telah mencapai sekitar 30 persen.
Komisi III DPRD Kota Banjarmasin melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan jembatan pada Senin (24/8/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan, progres pekerjaan saat ini telah melampaui target yang ditetapkan. Dari target sekitar 25 persen, realisasi pengerjaan telah mencapai 30 persen atau lebih cepat sekitar lima persen dari jadwal.
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, M. Ridho Akbar, mengapresiasi progres tersebut. Namun, ia mengingatkan agar percepatan pekerjaan tetap diiringi dengan perhatian terhadap kualitas dan spesifikasi bangunan.
“Kita hari ini memantau langsung pengerjaan proyek Jembatan Zafri Zam-Zam dan alhamdulillah sudah 30 persen, padahal harusnya baru 25 persen,” kata M. Ridho Akbar.
Selain progres pembangunan, Komisi III juga menyoroti pengerjaan oprit jembatan. Dewan meminta persoalan akses jalan tersebut dipersiapkan dengan matang agar tidak menimbulkan kendala setelah jembatan selesai dibangun.
“PUPR optimis bisa cepat sesuai jadwal, namun kita tetap mengingatkan agar memperhatikan oprit jalan, jangan sampai jadi masalah kalau sudah selesai,” lanjut Ridho.
Dinas PUPR Kota Banjarmasin menyambut baik pengawasan yang dilakukan Komisi III DPRD. Pihaknya memastikan koordinasi dengan kontraktor terkait pembangunan oprit akan terus dilakukan.
“Jadi kita berterima kasih karena sudah dikunjungi Komisi III dan kita tahu progres sudah 30 persen. Kita juga akan koordinasi dengan kontraktor terkait oprit juga,” ujar Chandra Iriandhy Wijaya, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin.
Dengan progres yang telah melampaui target, proyek Jembatan Zafri Zam-Zam berpotensi rampung lebih cepat dari jadwal. Namun, kualitas pekerjaan tetap menjadi perhatian agar infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Komisi III DPRD Kota Banjarmasin juga memastikan proyek tersebut menjadi salah satu objek pengawasan. Hal ini mengingat nilai pembangunan jembatan yang cukup besar, yakni sekitar Rp13,9 miliar.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai spesifikasi, target waktu, serta memberikan hasil pembangunan yang berkualitas bagi masyarakat Kota Banjarmasin.















+ There are no comments
Add yours