BANJARMASIN, Refrensi.id – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menyelimuti Kota Banjarmasin mendapat perhatian DPRD Kota Banjarmasin.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Wakhid Khusaini, meminta guru dan orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya dalam penggunaan masker untuk melindungi kesehatan pernapasan.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kebijakan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin yang mengeluarkan surat edaran terkait perubahan jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 WITA akibat kondisi kabut asap.
Menurut Wakhid, kebijakan tersebut merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap para pelajar. Terlebih, dalam beberapa hari terakhir kondisi kabut asap di Banjarmasin dinilai semakin pekat.
“Kami dari Komisi IV mengimbau agar orang tua dan guru bisa memperketat anak-anaknya untuk menggunakan masker karena kita tahu beberapa hari ini asap cukup pekat, dan untuk Disdik juga sudah mengeluarkan edaran yang harus ditaati oleh sekolah, terutama dalam jam masuk sekolah dan kita mengapresiasi ini,” ujar Wakhid.
Politikus PKS tersebut juga berharap persoalan karhutla di Kalimantan Selatan dapat segera teratasi. Sebab, paparan asap yang berlangsung dalam waktu lama dikhawatirkan memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Ia menilai perlindungan terhadap anak harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya saat berada di lingkungan sekolah, tetapi juga ketika dalam perjalanan menuju maupun pulang dari sekolah.
Selain penggunaan masker, Wakhid meminta seluruh pihak mematuhi kebijakan yang telah dikeluarkan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik.
Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin juga mengimbau masyarakat untuk mulai menggunakan masker sebagai upaya menjaga kesehatan pernapasan di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kedisiplinan masyarakat, diharapkan dampak kesehatan akibat kabut asap dapat diminimalkan, sembari menunggu penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.















+ There are no comments
Add yours