PELAIHARI, Refrensi.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menegaskan komitmennya dalam mengawal percepatan pengembangan komoditas jagung sebagai pilar utama penguatan ekonomi daerah berbasis pertanian.
Peran aktif legislatif tersebut ditunjukkan langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Tala, Hj Endang Isnawangsih, saat menjadi narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) Akselerasi Tanah Laut sebagai Sentra Jagung Kalimantan Selatan menuju Indonesia Emas 2045, yang digelar di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Jumat (21/2).
Dalam forum strategis yang dipimpin Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan dihadiri Kapolres Tala Ricky Boy Siallagan tersebut, Hj Endang menegaskan, jagung bukan sekadar komoditas pangan, tetapi memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan sekaligus industri pakan ternak nasional.
Hal ini sejalan dengan kondisi Tala yang sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra jagung, didukung keberadaan pabrik pakan ternak berskala besar di Kecamatan Bati-bati.
“DPRD tidak hanya mendukung secara normatif, tetapi juga berkomitmen mengawal kebijakan hingga implementasi di lapangan. Potensi besar ini harus dikelola secara terarah, terukur, dan berkelanjutan,” tegas politisi PKB tersebut.
Hj Endang juga memaparkan empat strategi utama yang perlu didorong bersama. Pertama, peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, serta penerapan teknologi pertanian modern. Kedua, penguatan peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pendampingan petani.
Ketiga, memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk dengan aparat keamanan, guna menjaga stabilitas distribusi sarana produksi seperti pupuk. Keempat, mendorong hilirisasi dan kemitraan agar jagung memiliki nilai tambah serta akses pasar yang lebih luas.
Menurutnya, DPRD memiliki fungsi strategis dalam memastikan seluruh program berjalan efektif melalui pengawasan, penganggaran, dan pembentukan regulasi yang berpihak kepada petani.
“Keberhasilan sentra jagung bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi hasil kolaborasi semua pihak. DPRD akan terus hadir mengawal agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” ujarnya.
Ia berharap hasil FGD tersebut tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan melahirkan kebijakan konkret dan implementatif yang mampu mendorong Tanah Laut menjadi sentra jagung berdaya saing tinggi.







+ There are no comments
Add yours