IMG 20260705 WA0038 scaled

YJI Kalsel Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Lewat Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

BANJARMASIN, Refrensi.id – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan ini berlangsung di Kediaman Dinas Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Jalan S Parman Banjarmasin, Minggu (5/7/2026).

Pelatihan tersebut menghadirkan peserta dari Pengurus YJI Provinsi Kalimantan Selatan, pengurus YJI kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, Klub Jantung Sehat (KJS), hingga Klub Jantung Sehat Remaja (KJSR). Bahkan, peserta yang datang paling jauh berasal dari Kabupaten Kotabaru, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kegiatan ini.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Bidang Preventif YJI Pusat Taufik Hidayat, perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Pusat dr. Tri Hadi Setiawan, serta jajaran pengurus YJI Kalimantan Selatan. Untuk memastikan materi tersampaikan secara komprehensif, YJI Kalsel juga menghadirkan narasumber dan instruktur dari kalangan ahli, di antaranya dokter spesialis dari PERKI Kalimantan Selatan, dr. Gilang Mauladi Rahman.

Ketua YJI Cabang Kalimantan Selatan, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi Sulaiman, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur karena pelatihan tersebut dapat terlaksana sebagai salah satu program kerja YJI dalam kepengurusannya.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah berhadir dalam pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ellyana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan sehingga dapat terlaksana.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu menambah wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan peserta dalam memberikan Bantuan Hidup Dasar, yakni pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan sebelum tenaga medis profesional tiba di lokasi.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar dan ilmu yang diperoleh bisa diterapkan untuk membantu sesama ketika menghadapi situasi darurat,” harapnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik penanganan korban henti jantung dan simulasi Bantuan Hidup Dasar yang dipandu langsung oleh para instruktur. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan dasar yang diharapkan dapat menjadi bekal saat menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.

Sementara itu, salah seorang peserta, Aulia, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis dalam menangani korban henti jantung maupun kondisi darurat lainnya.

“Senang bisa mengikuti pelatihan ini karena menambah wawasan dan keterampilan. Ilmu yang didapat sangat berguna dan semoga bisa diterapkan ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan pertama,” pungkasnya.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours