Videoshot 20260414 230056

Hasnuryadi Sulaiman Konsultasi ke KONI Kalsel, Tegaskan Komitmen Patuhi AD/ART Jelang Pencalonan

BANJARMASIN, Refrensi.id – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menyambangi Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (11/4/2026).

Kedatangan itu dilakukan untuk berkonsultasi terkait rencana pencalonannya sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Kalimantan Selatan. Langkah tersebut dilatarbelakangi informasi yang ia terima mengenai batas akhir pendaftaran bakal calon.

Hasnuryadi mengaku diminta untuk maju, sehingga merasa perlu memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Tujuan kami tentu untuk bersilaturahmi, sekaligus memohon maaf karena kami mendapat informasi hari ini adalah batas terakhir pendaftaran. Karena itu kami datang ke sini,” ujarnya.

Namun demikian, Hasnuryadi menegaskan masih ada sejumlah hal yang perlu didiskusikan sebelum dirinya resmi mendaftar. Ia menekankan bahwa olahraga menjunjung tinggi nilai sportivitas, fair play, serta persatuan dan kesatuan.

“Bukan hanya soal prestasi, tetapi ada nilai-nilai yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat. Olahraga adalah media pemersatu bangsa, sehingga kemajuannya harus berjalan sesuai aturan,” jelasnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketentuan dalam AD/ART KONI, khususnya Pasal 22 ayat 2 Tahun 2020, yang mengatur bahwa pengurus inti KONI, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, tidak diperkenankan merangkap jabatan sebagai ketua cabang olahraga.

Hal ini menjadi penting mengingat Hasnuryadi saat ini menjabat sebagai beberapa ketua cabang olahraga, di antaranya Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Kalimantan Selatan.

Ia mempertanyakan apakah dirinya harus mengundurkan diri jika terpilih sebagai Ketua KONI.

“Kami ingin mendapatkan kejelasan. Tidak ada maksud lain, hanya ingin memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua KONI Kalsel, Haris Makki, mengapresiasi langkah yang diambil Hasnuryadi. Ia menilai sikap tersebut mencerminkan komitmen terhadap tata kelola organisasi yang baik.

“Ini langkah yang sangat elegan. Dari sisi praktik sebelumnya mungkin tidak masalah, tetapi beliau ingin semuanya benar-benar jelas dan bersih sesuai AD/ART,” ungkapnya.

Menurut Haris, sikap tersebut menjadi pembelajaran penting bagi insan olahraga agar tidak melanggar aturan hanya demi menduduki jabatan tertentu.

Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan KONI Pusat untuk mendapatkan kepastian terkait aturan tersebut.

“Tidak perlu harus ke Jakarta, cukup melalui komunikasi. Nanti hasilnya akan kita tunggu bersama,” pungkasnya.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours