IMG 20261015 WA0032

Gerai Ikan Murah di Kotabaru Diserbu Warga, 100 Kilogram Ikan Ludes Diminati Pembeli

KOTABARU, Refrensi.id – Gerai Ikan Murah yang digelar Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru mendapat sambutan antusias masyarakat. Dalam pelaksanaan perdana di halaman Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, Kamis (15/10/2026), sebanyak 100 kilogram ikan disiapkan untuk dijual dengan harga terjangkau.

Tingginya minat masyarakat membuat persediaan ikan yang disediakan tidak mencukupi kebutuhan pembeli. Sejumlah warga bahkan tidak kebagian ikan dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, Zaenal Arifin, S.STP., M.Si., mengatakan gerai tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendorong gerakan gemar makan ikan sekaligus membantu masyarakat mendapatkan sumber pangan bergizi dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kalau harga ikan mahal, masyarakat mungkin akan kesulitan untuk membeli. Karena itu, kami meminta Bidang Daya Saing untuk mengadakan gerai ikan murah,” ujarnya saat diwawancarai.

Dalam kegiatan itu, sejumlah jenis ikan segar, seperti bandeng, lele, dan tongkol, dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

Salah satunya ikan bandeng yang dijual Rp15.000 per kilogram. Harga tersebut lebih murah dibandingkan harga di pasar yang dapat mencapai Rp30.000 per kilogram.

Selain menyediakan ikan segar, Gerai Ikan Murah juga menghadirkan berbagai produk olahan perikanan dari kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru.

Produk yang ditawarkan antara lain pentol ikan, kerupuk ikan, cendol ikan, bandeng asap, serta beragam olahan lainnya.

Zaenal menjelaskan, ikan yang dipasarkan dalam kegiatan tersebut berasal dari pengepul dan pembudidaya lokal. Pada pelaksanaan perdana, jumlah pasokan masih terbatas karena pengambilan ikan dari pengepul belum banyak, sedangkan antusiasme masyarakat cukup tinggi.

Melihat respons positif tersebut, Dinas Perikanan berencana menambah pasokan pada pelaksanaan berikutnya agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Gerai Ikan Murah juga direncanakan menjadi agenda rutin minimal satu kali dalam sebulan. Adapun jadwal pelaksanaannya akan diinformasikan lebih lanjut kepada masyarakat.

“Ternyata antusias masyarakat sangat tinggi, bahkan ada yang tidak kebagian. Ke depan, pasokan akan kami perbanyak dan kegiatan ini akan diupayakan rutin minimal sebulan sekali,” jelasnya.

Tantangan Nelayan dan Pasokan Ikan

Di sisi lain, Zaenal turut menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi nelayan, terutama terkait tingginya biaya operasional dan keterbatasan hasil tangkapan.

Menurutnya, bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam kegiatan melaut. Selain itu, kondisi angin dan gelombang tinggi dapat menghambat aktivitas penangkapan ikan sehingga pasokan ikan laut berkurang dan harga berpotensi meningkat.

Ia menyebutkan, Kabupaten Kotabaru memiliki enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang melayani kebutuhan nelayan. Namun, berdasarkan data yang disampaikan, dari lebih dari 11 ribu nelayan terdaftar, baru sekitar 4 ribu nelayan yang menerima BBM bersubsidi.

Untuk mengoptimalkan penyaluran subsidi, Zaenal mengimbau agar data penerima diperbarui secara berkala. Pembaruan tersebut penting dilakukan, termasuk apabila terdapat kapal yang sudah tidak beroperasi atau pemiliknya telah meninggal dunia.

Dengan data yang akurat, alokasi subsidi diharapkan dapat disalurkan kepada nelayan lain yang memenuhi persyaratan dan belum memperoleh akses terhadap BBM bersubsidi.

Selain persoalan bahan bakar, keterbatasan ukuran kapal juga menjadi tantangan dalam meningkatkan produktivitas nelayan. Zaenal menyebutkan, sebagian besar kapal nelayan masih berukuran di bawah 5 gross tonnage (GT), sehingga jangkauan wilayah penangkapan relatif terbatas.

Karena itu, Dinas Perikanan akan berupaya memfasilitasi peningkatan kapasitas kapal agar nelayan dapat menjangkau wilayah tangkap yang lebih luas sesuai ketentuan dan meningkatkan hasil tangkapan.

Melalui Gerai Ikan Murah, Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru berharap masyarakat semakin mudah memperoleh ikan dengan harga terjangkau, konsumsi ikan terus meningkat, serta produk olahan UMKM perikanan semakin dikenal luas.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat pemasaran hasil perikanan lokal sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan, pembudidaya, dan pelaku UMKM di Kabupaten Kotabaru.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours