PELAIHARI, Refrensi.id – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tanah Laut (Tala) H Agus Prasetya menyoroti tiga persoalan serius yang dinilainya dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi daerah, yakni maraknya judi online (judol), peredaran narkoba, serta tingginya angka kecelakaan lalu lintas.
Sorotan tersebut disampaikannya saat mewakili DPRD Tala dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, belum lama tadi.
Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh besaran program dan anggaran pemerintah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perilaku sosial masyarakat yang berdampak langsung terhadap perputaran uang dan produktivitas daerah.
“Judi online dan peredaran narkoba ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Uang yang seharusnya berputar di Tala justru terkumpul di bandar-bandar. Ini jelas merugikan daerah,” ujarnya.
Ketua DPD Golkar Tala ini menegaskan, pengendalian judi online dan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat.
Ia mengaku secara khusus menanyakan langkah pengendalian dua persoalan tersebut dalam pemaparan rancangan awal RKPD 2027. Menurutnya, dampak judol dan narkoba tidak hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan daya saing ekonomi daerah.
“Kalau dua hal ini bisa dikendalikan, saya yakin pertumbuhan ekonomi daerah juga akan terdorong,” tegasnya.
Selain itu, dia turut menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Tala yang dinilainya perlu mendapat perhatian serius dalam perencanaan pembangunan ke depan. Ia mengusulkan langkah mitigasi risiko, salah satunya dengan memperbanyak pembangunan area peristirahatan (rest area), terutama di jalur rawan kecelakaan.
“Pada musim hujan angka kecelakaan cenderung meningkat. Karena itu saya mengusulkan pembangunan rest area sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas,” katanya.
Menurutnya, kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada menurunnya produktivitas masyarakat dan meningkatnya beban sosial-ekonomi.
Meski memberikan sejumlah catatan kritis, Haji Agus tetap mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala di bawah kepemimpinan Bupati H Rahmat Trianto dan Wakil Bupati H Muhammad Zazuli.
Ia menilai sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif, seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, serta pengendalian inflasi yang relatif baik.
“IPM kita meningkat, dulu di angka sekitar 7,0 sekarang sudah 7,2 sekian. Pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi juga bagus. Ini patut diapresiasi,” ucapnya.
Dia juga menyinggung berbagai program unggulan dalam rancangan awal RKPD 2027, di antaranya program Satu Desa Satu Sarjana, pemerataan akses pendidikan, pengendalian angka putus sekolah melalui rencana pembangunan sekolah rakyat, hingga penanganan banjir yang dinilai mulai menunjukkan hasil.
Dalam pandangannya, upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Peran dunia usaha dan sektor swasta dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong akselerasi pembangunan.
“Pemerintah sudah bagus membuka ruang pelibatan swasta. Pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan regulasi pemerintah, tapi juga perlu peran aktif dunia usaha,” katanya.
Ia berharap berbagai masukan yang disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan RKPD 2027, sehingga pembangunan Tala ke depan tidak hanya berorientasi pada program, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata yang mempengaruhi kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.







+ There are no comments
Add yours