IMG 20260921 165412 11zon

Pemkab Kotabaru Matangkan Roadmap Geopark, Bidik Ekonomi Berkelanjutan

KOTABARU, Refrensi.id – Pemerintah Kabupaten Kotabaru mulai mematangkan pengembangan potensi geopark sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mengedepankan konservasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Potensi Geopark dan Uji Publik Roadmap Geopark Kabupaten Kotabaru yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) di Aula Bamega, Kantor Bupati Kotabaru, Sebelimbingan, Senin (21/9/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru, H. Eka Saprudin, mengatakan daerahnya memiliki potensi geopark yang membentang luas dan menjadi bagian dari Geopark Meratus di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, potensi tersebut tidak hanya memiliki nilai pariwisata, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mendukung pendidikan, ekonomi berkelanjutan, hingga penataan kawasan.

“Potensi Geopark yang ada di Kabupaten Kotabaru ini sangat luar biasa dan membentang dari ujung ke ujung. Ini mempunyai nilai yang luar biasa, di mana kita bisa memanfaatkan dari segi spasial, pendidikan, maupun ekonomi berkelanjutan,” ucap Sekda.

Ia menjelaskan, selama ini pariwisata Kotabaru lebih dikenal melalui destinasi pantainya. Padahal, potensi geopark dapat menjadi alternatif wisata berbasis geologi dan lingkungan yang sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Selain pariwisata, kawasan geopark juga memiliki nilai penting dari sisi pendidikan dan penelitian. Sejarah geologi yang terkandung di dalamnya berpotensi dikembangkan sebagai objek studi bagi peneliti dari dalam maupun luar negeri.

Meski demikian, Eka menegaskan pengembangan geopark harus tetap berjalan beriringan dengan upaya konservasi. Kawasan yang memiliki nilai sejarah dan geologi perlu dijaga kelestariannya serta dikembangkan dengan memperhatikan kesesuaian tata ruang.

“Karena memiliki nilai sejarah, otomatis harus kita jaga dari segi konservasinya, sehingga bisa menjadi salah satu warisan budaya maupun warisan geologi yang ada di Kabupaten Kotabaru,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kotabaru, Erwin Simanjuntak, memaparkan sejumlah potensi yang menjadi bagian dari tiga pilar utama Geopark Kotabaru, yakni geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity.

Pada aspek geodiversity atau keragaman geologi, sejumlah potensi yang dimiliki Kotabaru di antaranya Air Terjun Tumpang Dua, bukit karst batu kapur Magalau, serta bentang alam pasir putih.

Adapun pada aspek biodiversity atau keragaman hayati, terdapat habitat bekantan, ekosistem mangrove, dan terumbu karang yang menjadi kekayaan alam kawasan tersebut.

Sementara itu, cultural diversity atau keragaman budaya mencakup Festival Budaya Saijaan, Mappanretasi Ade Ogi Bugis Teluk Tamiang, serta budaya Suku Bajau.

“Alam dan budaya sebagai dasar konservasi, edukasi, dan geowisata,” paparnya.

Narasumber dari Dewan Pakar Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, Ir. Nurul Fajar Desira, CES., menjelaskan bahwa pengembangan geopark bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu konservasi, edukasi, dan ekonomi berkelanjutan.

Ia menyebutkan, Geopark Meratus terbentuk melalui proses geologi sekitar 200 juta tahun lalu dan resmi diakui sebagai UNESCO Global Geopark pada 2025.

Melalui kegiatan sosialisasi dan uji publik tersebut, Pemkab Kotabaru berharap masukan dari berbagai pemangku kepentingan dapat menyempurnakan Roadmap Geopark Kotabaru.

Dokumen itu nantinya diharapkan menjadi pedoman bersama dalam pengembangan kawasan, penataan geosite, penguatan geowisata, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Dengan perencanaan yang terarah, potensi alam dan budaya Kotabaru diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi geowisata unggulan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan dan nilai konservasi kawasan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours