IMG 20260819 WA0047

Wagub Kalsel Hadiri Maulid Nabi dan Haul ke-20 KH. Abdussyukur di Martapura

MARTAPURA, Refrensi.id — Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Hasnuryadi Sulaiman menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-20 KH. Abdussyukur bin Badrun di Pondok Pesantren Takhassus Darussalam, Martapura, Selasa (18/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan KH. Abdussyukur bin Badrun dalam dunia pendidikan dan dakwah Islam, sekaligus mempererat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

Dalam kesempatan itu, Hasnuryadi menegaskan pentingnya peran ulama dan pondok pesantren dalam membentuk generasi serta memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Banjar Saidi Mansyur, Wakil Bupati Banjar H. Said Idrus Al-Habsyie, mantan Gubernur Kalsel periode 2005-2015 H. Rudy Ariffin, serta Habib Sholeh bin Abdullah Alkaff, KH. Hasanuddin Badruddin, KH. Abdullah Basya, KH. Ahmad Tarhib, KH. Ahmad Barmawi atau Guru Kulur, Dr. KH. Muhammad Husein dan sejumlah tokoh lainnya.

Di hadapan jamaah, Hasnuryadi mengajak masyarakat agar tidak sekadar menjadikan peringatan Maulid Nabi dan haul sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Atas nama Pemerintah Provinsi, tentunya kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada para habaib dan alim ulama yang selalu membimbing kami serta memberikan teladan kepada kami,” ujarnya.

Hasnuryadi juga menyoroti besarnya peran pondok pesantren dalam kehidupan masyarakat. Menurut dia, pesantren bukan hanya tempat mempelajari ilmu agama, tetapi juga menjadi tempat lahirnya para guru, ulama dan generasi yang nantinya mengambil peran di tengah masyarakat.

Ia menilai kontribusi tersebut sejalan dengan tugas pemerintah dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, agama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan ulama dinilai perlu terus dijaga dan diperkuat.

“Semoga dengan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, kita dapat terus menjalankan apa yang telah diajarkan oleh beliau melalui para habaib, para alim ulama, dan guru-guru agama sebagai bekal kita kelak di akhirat,” katanya.

Selain berbicara mengenai Maulid Nabi, Hasnuryadi juga mendoakan keluarga dan keturunan KH. Abdussyukur bin Badrun. Ia berharap warisan ilmu dan kebaikan yang ditinggalkan almarhum dapat terus dilanjutkan.

Menurutnya, banyak murid dan keturunan KH. Abdussyukur yang kemudian menjadi guru maupun alim ulama. Hal tersebut menjadi bukti bahwa ilmu yang diwariskan almarhum terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami tentunya mendoakan dan mendukung semampu kami agar kita semua dapat terus menjalankan apa yang telah diajarkan oleh beliau,” pungkasnya.

Sosok Ulama yang Dikenang

KH. Abdussyukur bin Badrun atau Abu Muhammad Madani yang akrab disapa Abah Dani merupakan salah satu ulama yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan Islam di Martapura.

Lahir di Kampung Melayu, Martapura, pada 25 Juni 1930, KH. Abdussyukur tumbuh di lingkungan religius. Sejak kecil, ia telah menimba ilmu kepada orang tua dan sejumlah ulama di Martapura.

Pendidikan agamanya kemudian dilanjutkan di Sekolah Diniyyah Izharil Ulum dan Madrasah Darussalam Martapura. Berbagai ilmu agama dipelajarinya secara tekun, mulai dari fikih, hadis, ushul hingga berbagai cabang ilmu keislaman lainnya.

Pada 1992 hingga 2007, KH. Abdussyukur dipercaya memimpin Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Kiprahnya turut memperkuat peran lembaga pendidikan tersebut dalam mencetak generasi ulama dan cendekiawan muslim.

Kenang Jasa H Abdussamad Sulaiman HB

Sebelum tausyiah, KH. Muhammad Syarif Busthomi atau Guru Oton di hadapan para jamaah turut mengenang peran orangtua Hasnuryadi Sulaiman di pondok pesantren.

Dalam penyampaiannya, Guru Oton mengungkap cerita mengenai sejarah Masjid Darussalam yang tidak terlepas dari kontribusi almarhum H Abdussamad Sulaiman HB atau orangtua dari Hasnuryadi Sulaiman.

Menurut Guru Oton, Abdussamad Sulaiman HB bahkan pernah menyampaikan gagasan agar masjid tersebut diberi nama Hasnur.

“Sidin (Abdussamad Sulaiman HB) pernah berbicara lawan ulun. Ujar Sidin, ini masjid tolong namai Hasnur,” kenang Guru Oton.

Guru Oton menilai keberadaan Masjid Darussalam atau Masjid Hasnur Darussalam merupakan salah satu bentuk nyata jasa dan kontribusi dari almarhuma H Abddussmad Sulaiman.

Ia pun mengajak jamaah untuk mendoakan almarhum agar amal jariah yang telah diberikan semasa hidup terus mendapatkan pahala.

“Mudah-mudahan amal jariah beliau terus mengalir sampai hari kiamat,” doanya.

Di hadapan para santri, Guru Oton kemudian menyampaikan pesan agar mereka tidak pernah berhenti menuntut ilmu. Ia meminta para santri memiliki cita-cita besar, terus memperluas wawasan dan tidak merasa cukup dengan ilmu yang telah diperoleh.

“Raih ilmu itu sebanyak-banyaknya. Jangan dicukup-cukup,” ungkapnya.

Selain ilmu, Guru Oton juga mengingatkan pentingnya bekerja keras dan berusaha mencari rezeki. Menurutnya, ilmu yang dimiliki harus menjadi bekal untuk menjalani kehidupan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours