Screenshot 20260801 221146 1

Djamari Chaniago Kenang 17 Tahun di Banua, Bangun GIBS Bersama H. Abdussamad Sulaiman

BANJARMASIN, Refrensi.id – Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago ke Kalimantan Selatan bukan sekadar agenda pemerintahan. Di hadapan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Djamari mengungkap kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Banua yang telah terjalin selama 17 tahun.

Dalam sambutannya, Djamari menceritakan sebuah percakapan singkat di ruang tunggu sebelum acara dimulai. Saat itu, Kapolda Kalimantan Selatan menanyakan alasan dirinya terlihat begitu akrab dengan masyarakat Banua.

“Ada satu hal yang tadi menarik saya. Saat saya berbincang di ruang tunggu bersama Kapolda dan Pangdam, saya ditanya, ‘Pak, apakah Bapak pernah bertugas di Kalimantan Selatan?’ Saya jawab, saya tidak pernah bertugas di sini,” ujarnya pada pertemuan dengan Forkopimda di Auditorium KH Idham Chalid, Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026).

Meski tidak pernah berdinas di Kalimantan Selatan selama menjadi prajurit TNI, Djamari mengaku memiliki ikatan yang sangat kuat dengan daerah tersebut setelah memasuki masa pensiun pada 2004.

“Saya pensiun tahun 2004. Dari masa pensiun saya yang sudah 22 tahun, selama 17 tahun saya bersama masyarakat Banua. Jadi kalau boleh saya diterima, sebagian badan saya ini Banua, sebagian badan saya orang Minang,” tuturnya.

Menurut Djamari, kedekatan itu bermula ketika dirinya diajak almarhum H. Abdussamad Sulaiman HB (H Leman) untuk bersama-sama membangun berbagai kegiatan sosial, khususnya di bidang pendidikan.

Salah satu bentuk pengabdian yang paling berkesan baginya adalah keterlibatan dalam pembangunan SMA Global Islamic Boarding School (GIBS), yang kini menjadi salah satu sekolah unggulan di Kalimantan Selatan.

“Salah satu monumen yang saya terlibat betul dalam pembangunannya di sini adalah membangun SMA GIBS sejak awal,” ungkapnya.

Djamari menjelaskan, keterlibatannya tidak hanya sebatas memberikan dukungan, tetapi juga mendampingi proses pembangunan sejak tahap awal, mulai dari penyiapan lahan hingga penyusunan konsep pendidikan.

“Dari mulai menimbun lahan, membangun fisik sekolah, sampai memilih guru-guru terbaik yang akan mengajar di sana,” katanya.

Ia juga mengenang pesan almarhum H. Abdussamad Sulaiman yang menginginkan sekolah tersebut menjadi lembaga pendidikan terbaik bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

“Beliau berpesan, ‘Cari guru yang paling bagus. Kita membangun sekolah yang terbaik untuk masyarakat Banua.’ Sampai menyusun rencana pendidikannya pun kami ikut bersama,” kenangnya.

Djamari mengaku bersyukur melihat perkembangan GIBS yang kini tidak hanya memiliki jenjang SMA, tetapi juga telah berkembang hingga tingkat SMP dengan konsep boarding school.

“Dulu kami membangunnya hanya SMA. Sekarang sudah berkembang sampai SMP sebagai sekolah boarding school. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” pungkasnya.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours