IMG 20260328 WA0005

DPRD Tala Dorong Penanganan Banjir Terintegrasi, Tiga Kecamatan Jadi Prioritas

PELAIHARI, Refrensi.id – DPRD Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus mendorong langkah serius dan terintegrasi dalam menangani banjir tahunan yang kerap melanda tiga kecamatan, yakni Bumi Makmur, Kurau, dan Bati-Bati saat musim penghujan dengan intensitas tinggi.

Persoalan banjir berulang ini menjadi perhatian utama dalam Rapat Kerja Gabungan Komisi DPRD Tala bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, yang digelar awal pekan kemarin.

Anggota DPRD Tala, H Arkani, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Diperlukan langkah terintegrasi lintas kewenangan dan dukungan anggaran agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif dan berkelanjutan.

“Selama ini wilayah seperti Bumi Makmur, Kurau, dan Bati-Bati selalu terdampak saat musim hujan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan sektoral, tetapi harus terintegrasi,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Dalam rapat tersebut, Arkani mengungkapkan bahwa DPRD berupaya menyelaraskan program pemerintah daerah dengan Rencana Strategis (Renstra) Balai Wilayah Sungai Kalimantan III periode 2025–2029.

Sejumlah program pengendalian banjir di wilayah rawan disebut telah masuk dalam perencanaan, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang.

Namun demikian, DPRD menilai tantangan utama berada pada pembiayaan pembangunan infrastruktur skala besar, seperti normalisasi sungai, pembangunan kanal, hingga penguatan tanggul dan pintu air.

Politisi dari Partai Demokrat tersebut menegaskan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi kendala utama. Karena itu, DPRD mendorong adanya dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar program strategis tersebut dapat direalisasikan.

“Kalau hanya mengandalkan APBD tentu berat. Maka kami di DPRD berupaya mendorong agar program ini mendapat dukungan APBN,” tegas pria yang juga menjabat Ketua Partai Demokrat tersebut.

Selain fokus pada pencegahan, DPRD juga menyoroti dampak banjir yang terjadi pada Januari lalu. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan berbagai infrastruktur, mulai dari jalan, tanggul, pintu air, hingga jalan tani dan jalan kabupaten.

Sekitar 7.000 rumah warga dilaporkan sempat terendam, mayoritas berada di tiga kecamatan yang memang menjadi langganan banjir setiap tahun.

DPRD Tala turut mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala dalam menangani banjir awal tahun, termasuk dukungan peralatan dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan III. Respons cepat dinilai mampu menekan dampak sosial dan ekonomi masyarakat.

Ke depan, DPRD menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program penanggulangan banjir agar tidak berhenti pada tahap perencanaan. Sinergi lintas lembaga, baik melalui jalur birokrasi maupun politik, dinilai menjadi kunci untuk memutus siklus banjir tahunan di wilayah tersebut.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours