TAPIN, Refrensi.id – Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat mendorong Ramlan, S.M., mendirikan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Banua di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Dengan menggunakan dana pribadi, ia berupaya menghadirkan organisasi relawan yang siap membantu masyarakat ketika terjadi musibah kebakaran.
Langkah tersebut menjadi bentuk pengabdian Ramlan kepada masyarakat, terlebih di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.
BPK Banua resmi berdiri pada 8 Agustus 2026 dan bermarkas di Desa Baulin, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin.
Meski tergolong baru, organisasi relawan pemadam kebakaran ini telah memiliki 20 anggota yang terdaftar secara resmi. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran di lingkungan sekitar.
Ramlan menjelaskan, pendirian BPK Banua berawal dari kepeduliannya terhadap keselamatan warga yang sewaktu-waktu dapat menghadapi musibah kebakaran.
“Keberadaan relawan pemadam kebakaran sangat penting, terlebih saat kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, BPK Banua dibentuk agar dapat hadir membantu masyarakat, terutama ketika kebakaran terjadi dan membutuhkan penanganan cepat.
“BPK Banua ini kami dirikan atas dasar kepedulian terhadap masyarakat. Apalagi sekarang musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan juga menjadi ancaman. Kami ingin hadir untuk membantu warga ketika terjadi musibah,” sambungnya.
Ramlan mengungkapkan, seluruh biaya pendirian BPK Banua bersumber dari dana pribadinya. Keputusan tersebut didasari keinginan untuk menghadirkan organisasi relawan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama tidak cukup hanya disampaikan melalui perkataan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Saya membangun BPK Banua menggunakan dana pribadi. Bagi saya, selama itu untuk kepentingan masyarakat dan kemanusiaan, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri apabila keberadaannya bisa membantu orang banyak,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar membantu penanganan kebakaran, Ramlan berharap BPK Banua dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong di tengah masyarakat.
Dengan dukungan 20 anggota yang telah bergabung, ia ingin organisasi tersebut terus berkembang menjadi tim relawan yang solid, sigap, dan profesional dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Kami memang masih baru, tetapi semangat teman-teman relawan sangat besar. Harapan kami, BPK Banua bisa terus berkembang dan selalu siap membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tuturnya.
Di tengah ancaman karhutla yang meningkat saat musim kemarau, kesiapsiagaan berbagai pihak menjadi hal penting. Keterlibatan relawan di tingkat masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat respons ketika terjadi kebakaran sekaligus mendukung upaya pencegahan.
Karena itu, keberadaan BPK Banua diharapkan menjadi salah satu unsur pendukung dalam penanganan kebakaran di wilayah Kabupaten Tapin, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mengantisipasi potensi kebakaran.
Ramlan menyadari bahwa membangun organisasi relawan yang kuat membutuhkan proses, kerja sama, serta dukungan dari berbagai pihak. Ia berharap pemerintah daerah, masyarakat, dan sesama relawan dapat bersinergi agar BPK Banua mampu menjalankan tugas kemanusiaan secara berkelanjutan.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan masyarakat dan semua pihak tentu sangat berarti. Yang terpenting, bagaimana BPK Banua ini bisa terus hadir dan memberikan manfaat bagi keselamatan warga,” harapnya.
Bagi Ramlan, pengabdian kepada masyarakat tidak harus menunggu kesempatan besar. Kepedulian yang diwujudkan melalui langkah nyata, menurutnya, dapat menjadi awal untuk membantu banyak orang.
“Saya ingin membuktikan bahwa semangat kemanusiaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata,” pungkasnya.















+ There are no comments
Add yours