JAKARTA, Refrensi.id – Upaya pelestarian budaya sekaligus promosi pariwisata daerah terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui pembangunan replika pasar terapung tradisional di Danau Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Replika ini mengangkat konsep pasar terapung khas Lok Baintan, dengan menampilkan aktivitas jual-beli di atas jukung (perahu kecil), kuliner tradisional, hingga kerajinan khas Banjar.
Peresmian dermaga pasar terapung tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, pada Sabtu (11/4/2026), dan turut disaksikan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Forkopimda Provinsi Kalsel, kepala daerah kabupaten/kota se-Kalsel, serta jajaran SKPD Provinsi Kalsel.
Dalam kegiatan itu, Bupati Kotabaru H Muhammad Rusli bersama rombongan juga hadir mengikuti penandatanganan prasasti dermaga pasar terapung yang berlokasi di kawasan danau air tawar TMII, Jakarta.
Bupati Kotabaru H Muhammad Rusli menyambut baik serta menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan replika pasar terapung tersebut. Ia menilai, kehadiran ikon budaya ini akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM dan pariwisata.
“Pemkab Kotabaru sepenuhnya akan mendukung kegiatan ini, yang mana nantinya menyesuaikan apa yang ada di daerah seperti UMKM atau pariwisatanya,” ucap bupati.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan seni budaya, seperti tarian rudat dan tari kolosal dari Kabupaten Tabalong, serta peragaan busana sasirangan khas Banjarmasin yang semakin memeriahkan suasana.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menegaskan bahwa kegiatan pasar terapung di TMII tidak hanya bersifat seremonial, melainkan akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap akhir pekan maupun hari libur.
“Kita ingin nantinya setelah peresmian dermaga pasar terapung di TMII ini pihak pemerintah Provinsi Kalsel mengisi acara atau kegiatan disini agar tetap jalan kalau tidak maka akan hancur,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan panitia pelaksana untuk menghadirkan suasana autentik pasar terapung seperti di Kalimantan Selatan, khususnya Lok Baintan, dengan jukung yang terapung di perairan serta dilengkapi berbagai komoditas seperti buah-buahan dan makanan khas daerah yang didatangkan langsung dari Banjarmasin.
Dengan konsep tersebut, diharapkan pasar terapung di TMII mampu menjadi daya tarik wisata unggulan di Jakarta, baik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Banua ke panggung nasional dan internasional.







+ There are no comments
Add yours