Ribuan Jamaah Hadiri Peringatan Nuzulul Quran di Sabilal Muhtadin, Guru Busu: Ramadan Bulan Turunnya Kitab Allah

BANJARMASIN, Refrensi.id – Ribuan jamaah memadati Masjid Raya Sabilal Muhtadin dalam peringatan malam Nuzulul Quran 17 Ramadan 1447 Hijriah yang diisi tausiah oleh ulama kharismatik KH Qomarudin atau yang akrab disapa Guru Busu, Jumat (6/3/2026).

Dalam tausiahnya, Guru Busu menjelaskan bahwa bulan suci Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi waktu diturunkannya kitab-kitab Allah kepada para nabi.

“Bulan suci Ramadan adalah bulan yang luar biasa, karena seluruh kitab-kitab Allah diturunkan pada bulan Ramadan. Dalam riwayat disebutkan Allah menurunkan 104 kitab, seratus di antaranya disebut suhuf dan empat lainnya disebut kitab,” ujarnya di hadapan para jamaah.

Ia menerangkan, suhuf merupakan kumpulan kalam Allah yang diturunkan kepada para nabi, sedangkan kitab adalah wahyu yang berbentuk lembaran-lembaran yang kemudian dihimpun atau dijilid.

Guru Busu juga mengingatkan bahwa beberapa kitab besar yang dikenal umat Islam diturunkan kepada para nabi, yakni Zabur kepada Nabi Daud, Taurat kepada Nabi Musa, Injil kepada Nabi Isa, serta Al Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.

“Karena itu Ramadan disebut bulan suci, sebab kitab suci diturunkan pada bulan tersebut. Al-Qur’an adalah petunjuk bagi kita, pedoman hidup bagi umat Islam,” jelasnya.

Menurutnya, Al-Qur’an memberikan petunjuk agar manusia dapat menjalani kehidupan dengan ketenangan, persatuan, kesejahteraan, serta memperoleh keberuntungan di dunia hingga akhirat.

Diketahui, kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman. Kepada media ia menyampaikan bahwa kehadirannya bersama Sekretaris Daerah Provinsi dan Badan Pengelola Masjid merupakan penugasan dari Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin untuk menghadiri peringatan Nuzulul Quran tersebut.

“Kami berterima kasih kepada panitia, badan pengelola masjid, dan seluruh jamaah yang hadir. Mudah-mudahan momentum ini semakin meningkatkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta kegemaran membaca Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan Gubernur Kalimantan Selatan agar masyarakat senantiasa menghidupkan kebiasaan membaca Al-Qur’an, minimal di lingkungan keluarga.

“Beliau berpesan agar di keluarga dan lingkungan kita selalu menghidupkan bacaan Al-Qur’an bersama-sama,” katanya.

Hasnuryadi menambahkan, Gubernur Muhidin juga rutin melaksanakan tadarus Al-Qur’an setiap malam di rumah sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan serta sebagai bekal menjalani kehidupan dan pengabdian kepada negara.

Di samping itu, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin H Muhammad Thamrin mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan peringatan Nuzulul Quran tersebut.

“Alhamdulillah kegiatan ini bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 Hijriah. Ini memang rutin dilaksanakan setiap Ramadan dan sesuai petunjuk Gubernur Kalimantan Selatan, penceramah Guru Busu dapat hadir bersama kita,” ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan tersebut juga difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga pihaknya menyampaikan terima kasih kepada gubernur, wakil gubernur, dan sekretaris daerah.

Menurutnya, peringatan Nuzulul Quran tahun ini dihadiri lebih dari 3.000 jamaah, termasuk para jamaah fanatik Guru Busu yang datang dari berbagai daerah.

“Ini sesuai arahan bapak gubernur dengan menghadirkan penceramah yang memiliki banyak jemaah, sehingga masyarakat dapat bersama-sama memperingati malam Nuzulul Quran,” pungkasnya.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours