Banjarmasin, Refrensi.id – Keluhan dari para atlet, pelatih, serta pengurus KONI Kota Banjarmasin terkait besaran bonus yang dinilai menurun dibanding Porprov sebelumnya mendapat perhatian dari DPRD Kota Banjarmasin. Pihak legislatif menegaskan, kebijakan tersebut telah disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah saat ini.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Hendra, menyampaikan bahwa pemberian bonus atau apresiasi kepada atlet tetap merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan dan prestasi yang telah diraih. Namun, besaran bonus tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Ia menjelaskan, kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami tekanan akibat kebijakan efisiensi dan pemotongan dana dari pemerintah pusat, sehingga berdampak langsung pada stabilitas anggaran daerah.
“Kita melihat ini sebuah bentuk penghargaan untuk atlet, dan ini memang menghargai para atlet yang sudah berpartisipasi dan berjuang, namun dari kami ini sudah disesuaikan dengan keuangan daerah” tegas Hendra.
“Ya, kalau keuangan daerah kita sedang baik-baik saja, ya maklum besarnya tetap, namun kalau saat ini sedang ada efisiensi dan segala permasalahannya, ya kita sesuaikan dengan kemampuan dari anggaran daerah.” tambahnya.
Diketahui, besaran bonus yang diberikan Pemerintah Kota Banjarmasin pada ajang Porprov kali ini memang mengalami penurunan. Jika sebelumnya atlet peraih medali emas menerima bonus sebesar Rp25 juta, pada Porprov terbaru jumlah tersebut diturunkan menjadi Rp20 juta.
Kebijakan ini diharapkan tetap dapat menjaga semangat dan motivasi atlet, sekaligus menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi keterbatasan anggaran.





+ There are no comments
Add yours