KOTABARU, Refrensi.id – Riuh tepuk tangan menggema di ruang pertemuan Lotusa Hotel, Tanah Bumbu, Sabtu (20/12) sore. Di bawah sorot lampu ruangan, Awaludin berdiri dengan wajah sumringah namun sarat kesungguhan, menandai babak baru kepemimpinan olahraga di Bumi Saijaan.
Awaludin resmi terpilih sebagai Ketua **Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Kotabaru periode 2026–2030 melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab).
Ia menjadi calon tunggal yang disepakati seluruh cabang olahraga (cabor), sebuah bukti kepercayaan penuh terhadap sosok yang dinilai mampu melanjutkan bahkan melompatkan prestasi olahraga daerah.
Musorkab KONI Kotabaru kali ini berlangsung istimewa dengan kehadiran perwakilan KONI Provinsi Kalimantan Selatan, Haris Makkie, serta figur penting di balik kebangkitan prestasi olahraga Kotabaru sebelumnya, Andi Rudi Latif.
Andi Rudi Latif, yang akrab disapa Bang Arul, meninggalkan warisan prestasi yang signifikan. Di bawah kepemimpinannya, peringkat Kotabaru pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan melonjak dari posisi kedelapan ke posisi keenam—sebuah capaian yang menumbuhkan optimisme baru bagi atlet dan insan olahraga daerah.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya menerima amanah ini dan akan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab,” ucap Awaludin dalam sambutan perdananya.
Awaludin bukan figur baru dalam kepemimpinan organisasi. Ia sempat mengenang pengalamannya saat menakhodai DPD PAN, di mana ia berhasil meningkatkan perolehan kursi legislatif dari tiga menjadi enam. Naluri kepemimpinan dan strategi pemenangan itulah yang kini ia bawa ke tubuh KONI Kotabaru.
Target yang dipasang pun terbilang ambisius. Jika sebelumnya Kotabaru bertengger di posisi keenam, Awaludin kini berani membidik tiga besar Kalimantan Selatan.
“Tadi ditargetkan agar KONI meraih prestasi tiga besar. Saya akan bertanggung jawab dan insya Allah target itu akan kita capai bersama,” tegasnya optimistis.
Menurut Awaludin, prestasi olahraga tidak lahir dari kerja individu semata. Ia membayangkan KONI Kotabaru sebagai organisasi yang transparan, akuntabel, dan partisipatif—sebuah rumah besar bagi seluruh insan olahraga, mulai dari atlet, pelatih, hingga pengurus cabor.
Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kunci utama. Berbagai strategi matang tengah dipersiapkan untuk memastikan setiap keringat atlet yang tercurah di arena pertandingan berbuah prestasi, medali, dan kebanggaan bagi daerah.
“Mari kita tingkatkan lagi prestasi olahraga Kotabaru. Melalui strategi yang mantap, kita wujudkan prestasi olahraga menuju Kotabaru Hebat,” pungkasnya, menutup Musorkab dengan semangat baru bagi olahraga Bumi Saijaan.





+ There are no comments
Add yours