Banjarmasin, Refrensi.id — Tahap pertama proyek revitalisasi Siring Sungai Veteran telah mencapai progres 90 persen dan kini hanya menyisakan pekerjaan akhir berupa pemasangan dua mesin pompa utama.
Komisi III DPRD Kota Banjarmasin berharap proses finishing tahap pertama revitalisasi Sungai Veteran berjalan tanpa kendala dan sesuai rencana teknis yang telah ditetapkan. Pasalnya, proyek yang merupakan bagian dari program nasional Urban Flood Resilience Project (NUFReP) tersebut menjadi langkah penting dalam penanggulangan banjir di Kota Banjarmasin.
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, M. Ridho Akbar, menyampaikan kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan progres fisik sesuai target. Ia berharap pemasangan pompa berjalan lancar agar manfaat proyek segera dirasakan masyarakat.
“Jadi kita melakukan kunjungan dan keseluruhan sekarang sudah 35 persen dan tahap pertama sudah 90 persen dan tinggal menunggu pompa. Kita harapkan ini tidak ada kendala dan kita ketahui proyek ini penting untuk penanggulangan banjir, dan kita lihat juga tamannya indah,” kata Ridho.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pompa sangat krusial dalam mengendalikan debit air saat curah hujan tinggi. “Pompa ini menjadi kunci agar aliran air dapat dikontrol lebih baik, sehingga fungsi Sungai Veteran sebagai kanal pengendali banjir bisa optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin, Dedi Supriyadi, menyampaikan bahwa tahap pertama proyek menunjukkan perkembangan yang signifikan dan berjalan sesuai timeline. Pihaknya memastikan proses pemasangan pompa akan dilakukan segera setelah peralatan tiba di lokasi.
“Jadi ini sudah terus berprogress untuk tahap pertama ini berakhir pada Desember dan tinggal menunggu dua pompa datang untuk dipasang sebagai pengendalian air,” jelasnya.
Menurut Dedi, fungsi pompa akan menjadi bagian dari sistem terintegrasi pengendalian banjir yang didesain dalam masterplan Sungai Veteran.
“Dengan pompa ini, pengendalian elevasi air dapat dilakukan lebih cepat dan efektif dibandingkan metode manual,” ujarnya.
Proyek revitalisasi ini memakan anggaran sebesar Rp1 triliun yang bersumber dari pendanaan Bank Dunia. Pada tahun depan, proyek akan difokuskan pada perpanjangan penataan koridor sungai serta proses pembebasan lahan warga.





+ There are no comments
Add yours