PELAIHARI, Refrensi.id – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober turut dilaksanakan dengan khidmat oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala). Upacara berlangsung di halaman Kantor Bupati, Jalan A. Syairani, Pelaihari, Rabu (1/10).
Bupati Tala, H Rahmat Trianto, bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, ASN, serta para pelajar yang mengikuti jalannya upacara dengan tertib.
Dalam momentum tersebut, Wakil Ketua I DPRD Tala, Muslimin, mendapat kehormatan untuk membacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Ikrar itu menegaskan kembali komitmen bangsa Indonesia dalam menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Muslimin menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momen penting untuk memperkuat kembali rasa nasionalisme dan kebersamaan seluruh elemen bangsa.
“Hari Kesaktian Pancasila menyimpan nilai-nilai luhur yang harus kita hayati dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semua elemen bangsa perlu menjadikannya pedoman dalam bertindak dan berperilaku,” ucapnya.
Ia juga menyoroti peran penting Pancasila dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
“Kita semua harus terus bersatu dan memperkokoh kebersamaan untuk membangun daerah. Semangat gotong royong dan persatuan adalah modal utama bagi kemajuan Tala,” tambahnya.
Selain itu, Muslimin mengingatkan masyarakat untuk bijak menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Ia menilai maraknya penyebaran informasi palsu (hoaks) dapat mengancam keutuhan dan keharmonisan sosial jika tidak disikapi dengan cermat.
“Sebagaimana ditegaskan Bupati saat upacara tadi, kita jangan mudah terpecah belah dan termakan isu-isu menyesatkan. Hoaks dapat merusak persatuan dan mengganggu keselarasan hidup bermasyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan literasi digital sangat diperlukan agar masyarakat dapat memilah dan menyaring setiap informasi yang diterima.
“Jika ada informasi yang sifatnya minor atau kontroversial, sebaiknya jangan langsung dipercaya. Cermati, saring, dan uji kebenarannya terlebih dahulu sebelum disebarluaskan,” pesannya.





+ There are no comments
Add yours